Senin, 24 April 2017

RUANG LINGKUP EKONOMETRIKA



BAB I


1 Pengertian Ekonometrika

Ekonometrika berasal dari dari dua kata, yaitu “ekonomi” dan “metrika”. Kata “Ekonomi” di sini dapat dipersamakan dengan kegiatan ekonomi, yaitu kegiatan manusia untuk mencukupi kebutuhannya melalui usaha pengorbanan sumber daya yang seefisien dan seefektif mungkin untuk mendapatkan tujuan yang seoptimal mungkin. Kata “Metrika” mempunyai arti sebagai suatu kegiatan pengukuran. Karena dua kata ini bergabung menjadi satu, maka gabungan tersebut menunjukkan arti bahwa yang dimaksud dengan ekonometrika adalah suatu pengukuran kegiatan-kegiatan ekonomi.
            Untuk mengukur suatu kegiatan dalam keberagaman kondisi seperti itu, maka data merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan. Melalui data, informasi itu dapat dianalisis, diinterpretasi, untuk mengungkap kejadian-kejadian di masa lampau, serta dapat digunakan untuk prediksi masa mendatang. Pengungkapan data atau analisis data dalam kegiatan ekonomi, dapat dilakukan dengan berbagai model, di antaranya melalui penggunaan grafik yang biasa disebut dengan metode grafis, atau melalui penghitungan secara matematis yang biasa disebut dengan metode matematis. Penggunaan metode ini tentu harus sesuai dengan teori, khususnya teori ekonomi, karena ekonometrika bertujuan untuk mengukur kegiatan ekonomi. Kedua metode tersebut mempunyai kelebihan dan keunggulan masing-masing. Perbedaan di antara kedua metode tersebut, terletak pada seberapa besar variable yang dapat diungkap secara rinci.

Perbedaan Metode Grafis dan Matematis
Perihal
Grafis
Matematis
Interpretasi
Relatif Lebih mudah
diinterpretasi
Relatif lebih sulit
diinterpretasi
Output
Berupa grafik, seperti
kurva atau diagram
Hitungan matematis
berupa rumus
Keakuratan
Cenderung kurang
akurat, karena berdasar
data yang bersifat skala
Dapat lebih akurat,
karena dihitung
secara rinci sesuai
dengan keadaannya
     


Uraian di atas menjelaskan bahwa ekonomitrika di perlukan 3 hal pokok yang mutlak yaitu :
1.      Teori ekonomi yang meliputi teori ekonomi mikro, makro, dll
2.      Data
3.      Model

Oleh karena itu, ekonometrika merupakan gabungan dari ilmu ekonomi, statistika, dan matematika, yang digunakan secara simultan untuk mengungkap dan mengukur kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan ekonomi.

Beberapa pakar mendefinisikan ekonometrika diantaranya sebagai berikut.

1.      Ekonometrik adalah gabungan penggunaan matematik dan statistik untuk memecahkan persoalan ekonomi (J. Supranto, 1983. p.6).2
2.      Ekonometrika dapat didefinisikan sebagai ilmu social yang menggunakan alat berupa teori ekonomi, matematika, dan statistika inferensi yang digunakan untuk menganalisis kejadian-kejadian ekonomi (Arthur S. Goldberger, 1964.p.1).1

PENTINGNYA EKONOMITRIKA

            Suatu perusahaan ataupun unit-unit pengambil keputusan, terutama dalam kegiatan ekonomi, tentu memerlukan suatu tindakan evaluatif untuk memastikan keefektifan tindakannya atau bahkan mempunyai keinginan untuk melakukan prediksi guna menentukan langkah terbaik yang perlu diambil. Keinginan evaluasi ataupun prediksi seperti itu akan mudah diperoleh jika tindakan-tindakan sebelumnya itu diukur melalui teknik-teknik pengukuran yang terstruktur dengan baik, baik melalui teori yang melandasi, metodologi yang digunakan, ataupun data pendukungnya. Suatu bentuk keilmuan yang mengakomodasi bentuk pengukuran kegiatan ekonomi itulah yang disebut sebagai ekonometri.
Letak Pentingnya ekonometrika terletak pada Data dalam ekonometrika yang merupakan suatu kemutlakan, begitu pula penentuan jenis data, teknik analisanya, ataupun penyesuaian dengan tujuannya. Data yang diperlakukan sebagai pengungkap sejarah (historical data) akan menghasilkan evaluasi, dan untuk data yang diperlakukan pengungkap kecenderungan (trend data) akan menghasilkan prediksi. Hasil evaluasi ataupun prediksi yang mempunyai tingkat keakuratan tinggi saja yang akan mempunyai sumbangan terbesar bagi pengambilan keputusan

Sebagai contoh dalam mengungkap pentingnya ekonometrika, mari kita mencermati apa yang terjadi pada hukum permintaan dan penawaran. Hukum permintaan menjelaskan bahwa bila harga suatu barang cenderung mengalami penurunan, maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan mengalami peningkatan. Begitu pula dalam hukum penawaran, semakin sedikit barang yang ditawarkan, maka harga barang akan cenderung tinggi, tetapi ketika jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak, maka harga barang akan semakin turun. Pernyataan-pernyataan seperti itu merupakan bentuk penyederhanaan yang hanya membahas keterkaitan antara dua variabel, yaitu variabel harga (P) dan variabel jumlah barang (Q) saja. Hukum permintaan menunjukkan bahwa hubungan antara variabel P dan Q berlawanan.  Di sebut berlawanan karena jika P turun, maka Q yang diminta (D) akan bertambah, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu permintaan ditunjukkan oleh kurva atau garis yang cenderung menurun dari kiri atas ke kanan bawah (downward sloping).


JENIS EKONOMITRIKA

Pada umumnya, ekonometrika dapat dibagi ke dalam dua golongan, yaitu :
a.       Ekonometrika Teoritis (theoretical econometrics)
Ekonometrik teoritis berkenaan dengan pengembangan metode yang tepat/cocok untuk mengukur hubungan ekonomi dengan menggunakan model ekonometrik

b.   Ekonometrika Terapan (applied econometrics)
menggambarkan nilai praktis daripenelitian ekonomi, sehingga lingkupnya mencakup aplikasi teknik-teknik ekonometri yang telah lebih dulu dikembangkan dalam ekonometri teoritis pada berbagai bidang teori ekonomi, untuk digunakan sebagai alat pengujian ataupun pengujian teori maupun peramalan.

Meskipun ekonometrika dapat didikotomikan ke dalam ekonometrika teoritis maupun terapan, namun tujuan-tujuan ekonometrika dapat dipersatukan sebagai alat verifikasi, penaksiran, ataupun peramalan.


 PENGUNAAN EKONOMITRIKA

            Kejelasan ekonomi umumnya di jelaskan dengan kualitatif dan di batasi oleh asumsi-asumsi. Penggunaan asumsi dalam ilmu ekonomi merupakabn refleksi dari kesadaran bahwa tidak mungkin ikut dapat mengungkap dengan pasti faktor-faktor apa saja yang salingterkaitatau mempengaruhi faktor tertentu.
Karena ilmu ekonomi adalah rumpun ilmu sosial di mana dalanm kegiatan sosial antara variabel satu dan yang lainya saling berinteraksi, berkaitan, danm saling mempengaruhi. Penggunaan asusmsi yang sering digunakan adalah asumsi Ceteris Paribus yang berarti ghal-hal yang tidak diungklapkan dianggap tetap. Asumsi ini digunakan mengingat sangat banyaknya variabel- variabel dalam ilmu sosial yang saling mempengaruhi, yang sangat sulit untuk dianalisis secara bersama.

            Pembatasan penggunaan variabel untuk menganalisis kegiatan ekonomi melalui penetapan ceteris paribus tersebut, senyatanya adalah untuk mempermudah penafsiran-penafsiran serta pengukuran kegiatan ekonomi. Sebagai contoh, kalau kita hendak mencari jawaban tentang pertanyaan kenapa seseorang mengonsumsi suatu barang, maka kita dapat mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi seperti: tingkat penghasilan, harga barang itu sendiri, harga barang lain, selera, kebutuhan, ekspektasi masa men datang, tingkat pengeluaran, iklan, promosi, faktor
barang pengganti, ketersediaan barang, kondisi politik,trend, gengsi, dan lain-lain, yang tentu itu tidak dapat dijelaskan secara pasti.


PENJELASAN

            Ekonometrika merupakan suatu ilmu yang membahas masalah pengukuran/kegiatan-kegiatan hubungan dalam ekonomi. Dengan demikian, Ekonometrika adalah ilmu yang mencakup teori ekonomi, matematika, dan statistika dalam satu kesatuan sistem yang bulat, menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri dan berlainan dengan ilmu ekonomi; matematika; maupun statistika.  Untuk mengukur suatu kegiatan dalam keberagaman kondisi tersebut, maka data sangat diperlukan. Bisa melalui data,informasi yang dapat dianalisis, diinterpretasi, untuk mengungkap kejadian-kejadian di masa lampau, serta dapat digunakan untuk prediksi masa mendatang. Pengungkapan data atau analisis data dalam kegiatan ekonomi, dapat dilakukan dengan berbagai model, di antaranya melalui penggunaan grafik yang biasa disebut dengan metode grafis, atau melalui penghitungan secara matematis ( mrtode matematis )

            Ekonometrika juga merupakan gabungan dari ilmu ekonomi, statistika, dan matematika, yang digunakan secara simultan untuk mengungkap dan mengukur kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan ekonomi. Letak Pentingnya ekonometrika terletak pada Data dalam ekonometrika yang merupakan suatu kemutlakan, begitu pula penentuan jenis data, teknik analisanya, ataupun penyesuaian dengan tujuannya. Data yang diperlakukan sebagai pengungkap sejarah (historical data) akan menghasilkan evaluasi, dan untuk data yang diperlakukan pengungkap kecenderungan (trend data) akan menghasilkan prediksi. Ekonometrika dapat dikotomikan ke dalam ekonometrika teoritis maupun terapan, namun tujuan-tujuan ekonometrika dapat dipersatukan sebagai alat verifikasi, penaksiran, ataupun peramalan. Penggunaan variabel untuk menganalisis kegiatan ekonomi melalui penetapan ceteris paribu hal ini bertujuan untuk mempermudah penafsiran-penafsiran serta pengukuran kegiatan ekonomi.

PERSOALAN

            a. Apa yang dimaksud  Ekonometrika ?

               Ekonometrika merupakan suatu ilmu yang membahas masalah pengukuran/kegiatan-          kegiatan hubungan dalam ekonomi.

            b. Bidang keilmuan yang terkait secara langsung dengan ekonometrika ?

Ekonometrika secara langsung berkaitan dengan ilmu sosial
yang menggunakan alat berupa teori ekonomi,matematika, dan statistika inferensi yang digunakanuntuk menganalisis kejadian-kejadian ekonomi (Arthur S. Goldberger, 1964.p.1).

c. Pentingnya Ekonometrika ?

Letak Pentingnya ekonometrika terletak pada Data dalam ekonometrika yang merupakan suatu kemutlakan, begitu pula penentuan jenis data, teknik analisanya, ataupun penyesuaian dengan tujuannya.

d. Tahap-tahapan Ekonometrika ?

Tahapan metodologi ekonometri dapat diurutkan sebagai berikut:

1. merumuskan masalah
2. merumuskan hipotesa
3. menyusun model
4. mendapatkan data
5. menguji model
6. menganalisis hasil
7. mengimplementasikan hasil


Supawi Pawenang, 2017, EKONOMETRIKA , Fakultas Ekonomi, UNIBA Surakarta 

http://supawi-pawenang.blogspot.co.id/https://uniba.ac.id/utama/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar