Minggu, 29 Januari 2017

KONSEP EKONOMI MANAJERIAL



KONSEP EKONOMI MANAJERIAL
            Ekonomi Manajerial dapat di artikan sebagai suatu pengetahuan yang mengarah ke dalam aplikasi teori ekonomi sebagai analisis untuk pengambilan keputusan bagi mana organisasi dapat maencapai tujuan yang efisien dan efektif.  Paling penting dalam suatu ekonomi manajerial adalah konsep dengan mencapai keuntungan atau LABA, di mana keuntungan merupakan selisih penerimaan perusahaan dengan biaya total . Posisi  di dalam suatu organisasi dapat kita posisikan diri kita sebagai Manajer Puncak atau CEO ( Chief Executive Officer )dalam suatu organisasi CEO beryangung jawab atas kelancaran suatu perusahaan. 


POSISI DALAM EKONOMI MANAJERIAL
         Ekonomi Manajerial sangat berhubungan erat  dengan suatu Keuangan, SDM, Oprasional dan Juga Pemasaran hal ini dapat di jelaskan bahwa masing- masing hubungan tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda dalam suatu Manajerial .
Keuangan : Melaksanakan suatu perancangan, Penganggaran, dan pengelolaan dalam suatu perusahaan  agar mendapatkan sumber modal yang semurah-  murahnya dan mengunakan seefektif mungkin agar mendapat keuntungan atau   laba
Produksi : Produksi Mengatuar dan menkoordinasikan pengunaan sumber- sumber daya yang di butuhkan dalam suatu perusahaan.
   Pemasaran : Menganalisis dari Program- program yang di rancang untuk   menciptakan suatu tujuan Produksi. 
  SDM : Mengatur Program atau jumlah tenaga kerja yang sesuai degan         kebutuhan perusahaan. 


LATAR BELAKANG DALAM SUATU EKONOMI MANAJERIAL
          1.Masalah-masalah dalam manajerial seperti :
·            Jenis produk dan jumlah produksi
·            Teknik produksi
·            Biaya produksi dan pemasaran
·            Daya serap pasar
·            Tingkat elastisitas pasar
·            Investasi dan pendanaan
·            Penetapan harga
·            Penentuan laba 
            2.Teori- teori dalam ekonomi perusahaan seperti : 
·           Teori Perilaku Konsumen
·           Teori Produksi
·           Teori Pembiayaan dan investasi
·           Teori Harga dan Pasar
                 3. Ekomomi Manajerial dalam ilmu pengambilan keputusan :
·           Teori Perilaku Konsumen
·           Teori Produksi
·           Teori Pembiayaan dan investasi
Pengambilan keputusan dengan melibatkan hubungan ekonomi  manajerial sbb. 
https://serbaekonomi.files.wordpress.com/2013/11/keterlibatan.jpg



Proses yang terkait dengan semua pengambilan keputusan manajerial yaitu :
• Menetapkan tujuan perusahaan atau organisasi.
• Mendefinisikan masalah yang dihadapi untuk mencapai tujuan tersebut.
• Mengidentifikasi berbagai solusi-solusi.
• Memilih solusi terbaik dari berbagai solusi yang tersedia.
• Megimplementasikan keputusan tersebut.
TUJUAN EKONOMI MANAJERIAL: 
            Tujuan dari semua ekonomi manajerial tersebut agar memperoleh laba  yang Efektifitas dan Efisiensi Produksi, Pengaturan dan Strategi, Penyeimbangan Supply dan Demand Peningkatan Penjualan.
            Ekonomi Manajerial sangat berhubungan erat  dengan suatu Keuangan, SDM, Oprasional dan Juga Pemasaran hal ini dapat di jelaskan bahwa masing- masing hubungan tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda dalam suatu Manajerial .
·           Keuangan : Melaksanakan suatu perancangan, Penganggaran, dan pengelolaan dalam suatu perusahaan  agar mendapatkan sumber modal yang semurah-murahnya dan mengunakan seefektif mungkin agar mendapat keuntungan atau laba.
·           Produksi : Produksi Mengatuar dan menkoordinasikan pengunaan sumber- sumber daya yang di butuhkan dalam suatu perusahaan.
·           Pemasaran : Menganalisis dari Program- program yang di rancang untuk menciptakan suatu tujuan Produksi.
·           SDM : Mengatur Program atau jumlah tenaga kerja yang sesuai degan kebutuhan perusahaan. 

PASAR TENAGA KERJA DALAM EKONOMI MANAJERIAL
            Pasar tenaga merupakan suatu pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli tenaga kerja. Sebagai penjual tenaga kerja di dalam pasar ini adalah para pencari kerja (Pemilik Tenaga Kerja), sedangkan sebagai pembelinya adalah orang-orang / lembaga yang memerlukan tenaga kerja. Pasar tenaga kerja diselenggarakan dengan maksud untuk mengkoordinasi pertemuan antara para pencari kerja dan orang-orang atau lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, maka pasar tenaga kerja ini dirasakan dapat memberikan jalan keluar bagi perusahaan untuk memenuhinya.
1.                   Pasar Tenaga Kerja Persaingan Sempurna
            Pasar persaingan sempurna dalam pasar tenaga kerja berarti didalam pasar terdapat banyak perusahaan yang memerlukan tenaga kerja, dan tenaga kerja yang ada dalam pasar tidak menyatukan diri didalam serikat-serikat buruhyang akan bertindak sebagai wali mereka. Sifat permintaan dan penawaran tenaga kerja tidak berbeda dengan sifat permintaan dan penawaran di pasar barang. Kurva permintaan ke atas tenaga kerja seperti juga kurva permintaan ke atas suatu barang bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Berarti permintaaan keatas teaga kerja bersifat : semakin tinggi/rendah upah tenaga kerja, semain sedikit/banyak permintaan keatas tenaga kerja. Begitupula untuk kurva penawaran berlaku sebaliknya sama seperti penawaran barang.






2.                Pasar Tidak Bersaing Sempurna
            pasar persaingan tidak sempurna adalah suatu bentuk pasar yang tidak terorganisisr secara sempurna. Karena dalam pasar persaingan tidak sempurna peran dari pembeli dan penjual hilang mereka tidak memiliki keleluasaan untuk menetapkan atau menentukan harga suatu produk. Pasar persaingan tidak sempurna memiliki beberapa ciri, antara lain :
·            Jumlah penjual yang ada sangatlah terbatas.
·            Jumlah pembeli di dalamnya banyak.
·            Sulit untuk masuk ke dalam pasar karena banyak hambatan dan gangguan di          dalamnya.
·            Produk yang beredar di pasar atau yang diperjualbelikan bersifat homogen atau      satu jenis saja serta tidak adanya produk pengganti atau substitusi.
·            Pihak yang berkuasa bebeas dan leluasa memainkan harga dan pihak lain hanya      bisa menuruti dan mengikuti ketetapan yang ada.



Referensi: Supawi Pawenang, 2016, Modul Akuntansi Biaya, Fakultas Ekonomi, UNIBA SURAKARTAhttp: http://supawi-pawenang.blogspot.co.id/ https://uniba.ac.id/utama/

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar