BAB IV
UJI ASUMSI KLASIK
Linear mewakili
linear dalam model, maupun linear dalam parameter. Linear dalam model artinya
model yang digunakan dalam analisis
regresi telah sesuai dengan kaidah model OLS dimana variabel - variabel
penduganya hanya berpangkat satu. Sedangkan linear dalam parameter menjelasan
bahwa parameter yang dihasilkan merupakan fungsi linear dari sampel. Secara
jelas bila diukur dengan nilai rata – rata. Asumsi - asumsi seperti yang telah
dituliskan dalam bahasan OLS di depan, adalah asumsi yang dikembangkan oleh
Gauss dan Markov, yang kemudian teori tersebut terkenal dengan sebutan Gauss
Markov Theorem.
A.
Pengertian autokorelasi
Dalam asumsi klasik telah dijelaskan bahwa pada model OLS harus telah
terbebas dari masalah autokorelasi atau serial korelasi. Autokorelasi adalah
keadaan dimana variabel gangguan pada periode tertentu berkorelasi dengan
variabel gangguan pada periode lain. Sifat autokorelasi muncul bila terdapat
korelasi antara data yang diteliti, baik itu data jenis runtut waktu ( time
series) ataupun data kerat silang ( cross section). Hanya saja masalah
autokorelasi lebih sering muncul pada datatimeseries,karena sifat datatime
seriesini sendiri lekatdengan kontinyuitas dan adanya sifat ketergantungan
antar data.Sementara pada datacross sectionhal itu kecil kemungkinan terjadi.
Sebab-sebabAutokorelasi
Terdapat banyakfaktor-faktor
yangdapat menyebabkan timbulnya masalah autokorelasi,namun dalam pembahasan ini hanya
mengungkapkan beberapa faktor saja antara lain :
1.
Kesalahandalampembentukanmodel,artinya,modelyangdigunakanuntukmenganalisisregresi tidak didukung oleh teori-teori yang relevandan mendukung.
2.
Tidak memasukkan variabel yang penting.Variabel penting yang dimaksudkan di
sini adalah variabel yang diperkirakan signifikan mempengaruhi variabel Y.
Akibat Autokorelasi
Uraian-uraian di atas mungkin saja mengajak kita untuk bertanya tentang apa
dampak dari autokorelasi yan timbul. Pertanyaan seperti ini tentu saja merupaka
sesuatu yang wajar, karena kita tentu mempunyai pilihan apakah mengabaikan
adanya autokorelasi ataukah akan mengeliminasinya.
Pengujian Autokorelasi
Pengujian autokorelasi dimaksudkan untuk menguji ada tidaknya autokorelasi,
yaitu masalah lain yang timbul bila kesalahan tidak sesuai dengan batasan yang
disyaratkan oleh analisis regresi. Terdapat beberapa cara untuk mendeteksi ada
tidaknya autokorelasi
B. Uji Normalitas
Tujuan dilakukannya uji normalitas adalah untuk menguji apakah variabel
penganggu (e) memiliki distribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas data
dapat dilakukan sebelum ataupun setelah tahapan analisis regresi. Hanya saja
pengalaman menunjukkan bahwa pengujian normalitas yang dilakukan sebelum
tahapan regresi lebih efisien dalam waktu. Sangat beralasan kiranya, karena
jika asumsi normalitas data telah dipenuhi terlebih dulu, maka dampak yang
mungkin akan ditimbulkan dari adanya ketidaknormalan data seperti bias pada
nilai t hitung dan nilai F hitung dapat dihindari. Sebaliknya, bila dilakukan
analisis regresi terlebih dulu, dimana nilai t dan F baru diketahui, yang
kemudian baru dilakukan normalitas data, sedangkan ternyata hasilnya tidak
normal maka analisis regresi harus diulang lagi. Pengujian normalitas ini
berdampak pada nilai t dan F karena pengujian terhadap keduanya diturunkan dari
asumsi bahwa data Y atau e berdistribusi normal.
C.
Uji
Heteroskedastisitas
Sebagaimana
telah ditunjukkan dalam salah satuasumsi yang harus ditaati pada model regresi
linier, adalah residual harus homoskedastis, artinya,variancere sidual harus
memiliki variabel yang konstan, atau
dengan kata
lain, rentangan e kurang lebih sama. Karena jika variancenya tidak sama, model
akan menghadapi masalah heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas muncul apabila
kesalahan atau residual dari modelyang diamati tidak memiliki varians yang
konstan dari satu observasi ke observasi lainnya.
Konsekuensi Heteroskedastisitas
Analisis regresi menganggap kesalahan ( error) bersifat homoskedastis,
yaitu asumsi bahwa residu atau deviasi dari garis yang paling tepat muncul
serta random sesuai dengan besarnya variabel - variabel independen.
Pendeteksian Heteroskedastisitas
Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas, dapat dilak ukan dengan
berbagai cara seperti uji grafik, uji Park, Uji Glejser, uji Spearman’s Rank
Correlation, dan uji Whyte menggunakan Lagrange Multiplier.
D.
Uji
Multikolinieritas
Multikolinieritas adalah suatu keadaan dimana terjadi korelasi linear yang
”perfect” atau eksak di antara variabel penjelas yang dimasukkan ke dalam
model. Tingkat kekuatan hubungan antar variabel penjelas dapat ditrikotomikan
lemah, tidak berkolinear, dan sempurna. Tingkat kolinear dikatakan lemah
apabila masing – masing variabel penjelas hanya mempunyai sedikit sifat –sifat yang
sama
Konsekuensi Multikolinearitas
Pengujian multikolinearitas merupakan tahapan penting yang harus dilakukan
dalam suatu penelitian, karena apabila belum terbebas dari masalah
multikolinearitas akan menyebabkan nilai koefisien regresi (b) masing -masing
variabel bebas dan nilai
standar error -nya (Sb) cenderung bias, dalam arti tidak dapat ditentukan
kepastian nilainya, sehingga akan berpengaruh pula terhadap nilai t .
TUGAS
a. jelaskan apa yang dimaksud denganasumsi klasik!
Asumsi klasik merupakan analisis yang di lakukan untuk
menilai apakah di dalam sebuah model regresi linierOrdinary Least Swquare(OLS)
terdapat masalah masalahasumsi klasik dapat di simpulkan bahwa asumsi klasik
juga di sebut dengan syarat-syarat yang harus di penuhi pada model regresi
linierOLS agar model tersebut menjadi valid sebagai alat penduga.
a. Sebutkan apa
saja asumsi-asumsi yang ditetapkan!
Asumsi 1: Linear regression Model. Model regresimerupakan
hubungan linear dalam parameter.
Asumsi 2: Nilai X adalah tetap dalam sampling yangdiulang-ulang (X
fixed in repeated sampling).
Asumsi 3: Variabel pengganggu e memiliki rata-rata nol(zero mean of
disturbance). Artinya, garisregresi pada nilai X tertentu berada tepat
ditengah. Bisa saja terdapat error yang berada diatas garis regresi atau
di bawah garis regresi,tetapi setelah keduanya dirata-rata harusbernilai nol.
Asumsi 4: Homoskedastisitas, atau variabel pengganggu ememiliki variance
yang sama sepanjangobservasi dari berbagai nilai X. Ini berarti dataY pada
setiap X memiliki rentangan yangsama. Jika rentangannya tidak sama, makadisebut
heteroskedastisitas
Asumsi 5: Tidak ada otokorelasi antara variabel e padasetiap nilai xi
dan ji (No autocorrelationbetween the disturbance).
c. jelaskan
mengapa tidak semua asumsiperlu lakukan pengujian!
Tidak semua uji asumsi klasik harus di lakukan pada
analisis linier, seperti Pengujian Asumsi Multikolinearitas tidak harus di
lakukan pada analisis regresi linier sederhana yang memiliki variable respond
an predicator hanya satu.
d. Jelaskan apa
yang dimaksud dengan autokorelasi!
Autokorelasi adalah keadaan dimana variabel gangguan
pada periode tertentu berkorelasi dengan variabel gangguan pada periode lain.
Sifat autokorelasi muncul bila terdapat korelasi antara data yang diteliti,
baik itu data jenis runtut waktu (time series) ataupun data kerat silang
(cross section).
e. Jelaskan
kenapa autokorelasi timbul!
autokorelasi
akan muncul apabila ada ketergantungan atau adanya kesalahan pengganggu yang
secara otomatis mempengaruhi data berikutnya.
f. Bagaimana cara mendeteksi
masalah autokorelasi?
Terdapat beberapa alat uji lain untuk mendeteksi
autokorelasi seperti uji Breusch-Godfrey, Uji Run, Uji Statistik Q: Box-Pierce
dan Ljung Box, dan lainlain, namun uji-uji tersebut tidak dibahas di sini, mengingat
tulisan ini masih berlingkup atau bersifatpengantar.
g.
Apa konsekuensi dari adanya masalah autokorelasi dalam
model?
1.
Estimator
yang dihasilkan masih unbiased, konsisten, dan asymptotical normally
distributed. Tetapi tidak lagi efisien->varians tidak minimum (tidak BLUE)
2.
Estimasi
standard error dan varian koefisien regresi yang didapat akan
‘underestimate’.
3.
Pemerikasaan
terhadap residualnya akan menemui permasalahan.
h.
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan heteroskedastisitas ?
homoskedastis,
artinya, varianceresidual harus memili variabel yang konstan, ataudengan
kata lain, rentangan e kurang lebih sama. Karenajika variancenya tidak sama,
model akan menghadapimasalah heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas
munculapabila kesalahan atau residual dari model yang diamatitidak memiliki
varians yang konstan dari satu observasike observasi lainnya.
i.
Jelaskan
kenapa heteroskedastisitas timbul!
Heteroskedastisitas
munculapabila kesalahan atau residual dari model yang diamatitidak memiliki
varians yang konstan dari satu observasike observasi lainnya.
J . Bagaimana cara mendeteksi masalah
heteroskedastisitas?
Untuk
mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas, dapat dilakukan dengan berbagai
cara seperti uji grafik, uji Park, Uji Glejser, uji Spearman’s Rank
Correlation, dan uji Whyte menggunakan Lagrange Multiplie
k. Apa konsekuensi dari adanya masalah
heteroskedastisitas dalam model?
Analisis
regresi menganggap kesalahan (error) bersifat homoskedastis, yaitu
asumsi bahwa residu atau deviasi dari garis yang paling tepat muncul serta
random sesuai dengan besarnya variabel-variabel independen
l.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan multikolinearitas ?
Multikolinieritas
adalah suatu keadaan dimana terjadi korelasi linear yang ”perfect” atau
eksak di antara variabel penjelas yang dimasukkan ke dalam model. Tingkat
kekuatan hubungan antar variabel penjelas dapat ditrikotomikan lemah, tidak
berkolinear, dan sempurna. Tingkat kolinear dikatakan lemah apabila
masing-masing variabel penjelas hanya mempunyai sedikit sifat-sifat
yang
sama.
m.
Jelaskan kenapa multikolinearitas timbul!
Tingkat kekuatan hubungan antar variabel penjelas dapat ditrikotomikan
lemah, tidak berkolinear, dan sempurna. Tingkat kolinear dikatakan lemah
apabila masing – masing variabel penjelas hanya mempunyai sedikit sifat –sifat yang
sama
n.
Bagaimana cara mendeteksi masalah multikolinearitas?
Cara
mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas dengan menghitung nilai korelasi
antar variabel dengan menggunakan Spearman’s Rh Correlation dapat
dilakukan apabila data dengan skala ordinal.
o.
Apa konsekuensi dari adanya masalah multikolinearitas dalam model?
Pengujian
multikolinearitas merupakan tahapan penting yang harus dilakukan dalam suatu
penelitian, karena apabila belum terbebas dari masalah multikolinearitas akan
menyebabkan nilai koefisien regresi (b) masing-masing variabel bebas dan nilai standar
error-nya (Sb) cenderung bias, dalam arti tidak dapat ditentukan kepastian
nilainya, sehingga akan berpengaruh pula terhadap nilai t.
p.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan normalitas!
normalitas
adalah untuk menguji apakah variabel penganggu (e) memiliki distribusi normal
atau tidak. Pengujian normalitas data dapat dilakukan sebelum ataupun setelah
tahapan analisis regresi. Hanya saja pengalaman menunjukkan bahwa pengujian
normalitas yang dilakukan sebelum tahapan regresi lebih efisien dalam waktu.
q. Jelaskan kenapa normalitas timbul!
normalitas data dapat dilakukan sebelum ataupun setelah tahapan analisis
regresi. Hanya saja pengalaman menunjukkan bahwa pengujian normalitas yang
dilakukan sebelum tahapan regresi lebih efisien dalam waktu. Sangat beralasan kiranya,
karena jika asumsi normalitas data telah dipenuhi terlebih dulu, maka dampak
yang mungkin akan ditimbulkan dari adanya ketidaknormalan data seperti bias
pada nilai t hitung dan nilai F hitung dapat dihindari.
r. Bagaimana cara mendeteksi masalah normalitas?
- Mengidentifikasi dan, jika mungkin, menentukan alasan data tidak normal dan mengatasinya atau
- Gunakan alat yang tidak memerlukan asumsi normalitas
s. Apa konsekuensi dari adanya masalah normalitas dalam model?
jika asumsi normalitas data telah dipenuhi terlebih dulu, maka dampak yang
mungkin akanditimbulkan dari adanya ketidaknormalan data seperti bias pada
nilai t hitung dan nilai F hitung dapat dihindari. Sebaliknya, bila dilakukan
analisis regresi terlebih dulu, dimana nilai t dan F baru diketahui, yang
kemudian baru ilakukan normalitas data, sedangkan ternyata hasilnya tidak
normal maka analisis regresi harus diulang lagi
t. Bagaimana cara menangani jika data ternyata tidak normal?
Ketika
data tidak terdistribusi normal , penyebab non - normalitas harus ditentukan
dan tindakan perbaikan yang tepat harus diambil,
- Mengidentifikasi dan, jika mungkin, menentukan alasan data tidak normal dan mengatasinya atau
- Gunakan alat yang tidak memerlukan asumsi normalitas
Supawi Pawenang, 2017, EKONOMETRIKA , Fakultas Ekonomi, UNIBA Surakarta http://supawi-pawenang.blogspot.co.id/
https://uniba.ac.id/utama/
https://uniba.ac.id/utama/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar